Categories
Pages
Diberdayakan oleh Blogger.
Popular PostsThe SanteT Of JaVaBlogrollAboutBlog ArchiveBlogger templatesBlogger newsLencana Facebook |
Labels
|
MaGadaSKaR
my inspriration
| Kumpulan Puisi Sufi | 21.30 |
|
Filed under:
R Wana Wijaya
|
|
TANPA
CINTA, SEGALANYA TAK BERNILAI
Jika
engkau bukan seorang pencinta,
maka
jangan pandang hidupmu adalah hidup
Sebab
tanpa Cinta, segala perbuatan tidak akan
dihitung
Pada Hari Perhitungan nanti
Setiap
waktu yang berlalu tanpa Cinta,
akan
menjelma menjadi wajah yang memalukan dihadapanNya.
Burung-burung
Kesedaran telah turun dari langit
dan
terikat pada bumi sepanjang dua atau tiga hari
Mereka
merupakan bintang-bintang di langit
agama yang
dikirim dari langit ke bumi
Demikian
pentingnya Penyatuan dengan Allah
dan betapa
menderitanya Keterpisahan denganNya.
Wahai angin, buatlah tarian ranting-ranting
Wahai angin, buatlah tarian ranting-ranting
dalam
zikir hari yang kau gerakkan dari Persatuan
Lihatlah
pepohonan ini ! Semuanya gembira
bagaikan
sekumpulan kebahagiaan
Tetapi
wahai bunga ungu, mengapakah engkau larut dalam kepedihan ?
Sang lili
berbisik pada kuncup : “Matamu yang menguncup akan segera mekar. Sebab engkau
telah merasakan bagaimana Nikmatnya Kebaikan.”
Di manapun, jalan untuk mencapai Kesucian Hati
Di manapun, jalan untuk mencapai Kesucian Hati
adalah
melalui Kerendahan Hati.
Hingga dia
akan sampai pada jawaban “YA” dalam pertanyaan :
“Bukankah
Aku ini Rabbmu ?”
Selain itu
Rumi juga menuliskan syair-syair indah lainnya.
PUASA
MEMBAKAR HIJAB
Rasa manis
yang tersembunyi,
Ditemukan
di dalam perut yang kosong ini!
Ketika
perut kecapi telah terisi,
ia tidak
dapat berdendang,
Baik
dengan nada rendah ataupun tinggi.
Jika otak
dan perutmu terbakar karena puasa,
Api mereka
akan terus mengeluarkan ratapan dari dalam dadamu.
Melalui
api itu, setiap waktu kau akan membakar seratus hijab.
Dan kau akan
mendaki seribu derajat di atas jalan serta dalam hasratmu.
DIA
TIDAK DI TEMPAT LAIN
Salib dan
ummat Kristen, ujung ke ujung, sudah kuuji.
Dia tidak
di Salib.
Aku pergi
ke kuil Hindu, ke pagoda kuno.
Tidak ada
tanda apa pun di dalamnya.
Menuju ke
pegunungan Herat aku melangkah,
dan ke
Kandahar Aku memandang.
Dia tidak
di dataran tinggi
maupun
dataran rendah. Dengan tegas,
aku pergi
ke puncak gunung Kaf (yang menakjubkan).
Di sana
cuma ada tempat tinggal
(legenda)
burung Anqa.
Aku pergi
ke Ka’bah di Mekkah.
Dia tidak
ada di sana.
Aku
menanyakannya kepada Avicenna (lbnu Sina) sang filosuf
Dia ada di
luar jangkauan Avicenna …
Aku
melihat ke dalam hatiku sendiri.
Di
situlah, tempatnya, aku melihat dirinya.
Dia tidak
di tempat lain.
DISEBABKAN
RIDHO-NYA
Jika saja
bukan karena keridhaan-Mu,
Apa yang
dapat dilakukan oleh manusia yang seperti debu ini
dengan
Cinta-Mu?
LETAK
KEBENARAN
Kebenaran
sepenuhnya bersemayam di dalam hakekat,
Tapi orang
dungu mencarinya di dalam kenampakan.
KAU
DAN AKU
Nikmati
waktu selagi kita duduk di punjung,
Kau dan
Aku;
Dalam dua
bentuk dan dua wajah — dengan satu jiwa,
Kau dan
Aku.
Warna-warni
taman dan nyanyian burung memberi obat keabadian
Seketika
kita menuju ke kebun buah-buahan, Kau dan Aku.
Bintang-bintang
Surga keluar memandang kita –
Kita akan
menunjukkan Bulan pada mereka, Kau dan Aku.
Kau dan
Aku, dengan tiada ‘Kau’ atau ‘Aku’,
akan
menjadi satu melalui rasa kita;
Bahagia,
aman dari omong-kosong, Kau dan Aku.
Burung
nuri yang ceria dari surga akan iri pada kita –
Ketika kita
akan tertawa sedemikian rupa; Kau dan Aku.
Ini aneh,
bahwa Kau dan Aku, di sudut sini …
Keduanya
dalam satu nafas di Iraq, dan di Khurasan –
Kau dan
Aku.
RAHASIA
YANG TAK TERUNGKAP
Apapun
yang kau dengar dan katakan (tentang Cinta),
Itu semua
hanyalah kulit.
Sebab,
inti dari Cinta adalah sebuah
rahasia
yang tak terungkapkan.
PERNYATAAN
CINTA
Bila tak
kunyatakan keindahan-Mu dalam kata,
Kusimpan
kasih-Mu dalam dada.
Bila
kucium harum mawar tanpa cinta-Mu,
Segera
saja bagai duri bakarlah aku.
Meskipun
aku diam tenang bagai ikan,
Tapi aku
gelisah pula bagai ombak dalam lautan
Kau yang
telah menutup rapat bibirku,
Tariklah
misaiku ke dekat-Mu.
Apakah
maksud-Mu?
Mana
kutahu?
Aku hanya
tahu bahwa aku siap dalam iringan ini selalu.
Kukunyah
lagi mamahan kepedihan mengenangmu,
Bagai unta
memahah biak makanannya,
Dan bagai
unta yang geram mulutku berbusa.
Meskipun
aku tinggal tersembunyi dan tidak bicara,
Di hadirat
Kasih aku jelas dan nyata.
Aku bagai
benih di bawah tanah,
Aku
menanti tanda musim semi.
Hingga tanpa
nafasku sendiri aku dapat bernafas wangi,
Dan tanpa
kepalaku sendiri aku dapat membelai kepala lagi.
HATI
BERSIH MELIHAT TUHAN
Setiap
orang melihat Yang Tak Terlihat
dalam
persemayaman hatinya.
Dan
penglihatan itu bergantung pada seberapakah
ia menggosok
hati tersebut.
Bagi siapa
yang menggosoknya hingga kilap,
maka
bentuk-bentuk Yang Tak Terlihat
semakin
nyata baginya.
KEMBALI
PADA TUHAN
Jika
engkau belum mempunyai ilmu, hanyalah prasangka,
maka
milikilah prasangka yang baik tentang Tuhan.Begitulah caranya!
Jika
engkau hanya mampu merangkak,
maka
merangkaklah kepadaNya!Jika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk,
maka
tetaplah persembahkan doamu
yang
kering, munafik dan tanpa keyakinan;
kerana
Tuhan, dengan rahmatNya
akan tetap
menerima mata wang palsumu!Jika engkau masih mempunyai
seratus
keraguan mengenai Tuhan,
maka
kurangilah menjadi sembilan puluh sembilan saja.Begitulah caranya!Wahai
pejalan!
Biarpun
telah seratus kali engkau ingkar janji,
ayuhlah
datang, dan datanglah lagi!Kerana Tuhan telah berfirman:
“Ketika
engkau melambung ke angkasa
ataupun
terpuruk ke dalam jurang,
ingatlah
kepadaKu, kerana Akulah jalan itu.”
KESUCIAN
HATI
Di
manapun, jalan untuk mencapai kesucian hati
ialah
melalui kerendahan hati.
Maka dia
akan sampai pada jawaban “Ya” dalam pertanyaan
Bukankah
Aku Tuhanmu?
MENYATU
DALAM CINTA
Berpisah
dari Layla, Majnun jatuh sakit. Badan semakin lemah, sementara suhu badan
semakin tinggi.Para tabib menyarankan bedah, “Sebagian darah dia harus
dikeluarkan, sehinggu suhu badan menurun.”Majnun menolak, “Jangan, jangan
melakukan bedah terhadap saya.”Para tabib pun bingung, “Kamu takut? padahal
selama ini kamu masuk-keluar hutan seorang diri. Tidak takut menjadi mangsa
macan, tuyul atau binatang buas lainnya. Lalu kenapa takut sama pisau bedah?”“Tidak,
bukan pisau bedah itu yang kutakuti,” jawab Majnun.“Lalu, apa yang kau
takuti?”“Jangan-jangan pisau bedah itu menyakiti Layla.”“Menyakiti Layla? Mana
bisa? Yangn dibedah badanmu.”“Justru itu. Layla berada di dalam setiap bagian
tubuhku. Mereka yang berjiwa cerah tak akan melihat perbedaan antara aku dan
Layla.”
MEMAHAMI
MAKNA
Seperti
bentuk dalam sebuah cermin, kuikuti Wajah itu.
Tuhan
menampakkan dan menyembunyikan sifat-sifat-Nya.
Tatkala
Tuhan tertawa, maka akupun tertawa.
Dan
manakala Tuhan gelisah, maka gelisahlah aku.
Maka
katakana tentang Diri-Mu, ya Tuhan.
Agar
segala makna terpahami, sebab mutiara-mutiara
makna yang
telah aku rentangkan di atas kalung pembicaraan
berasal
dari Lautan-Mu.
TUHAN
HADIR DALAM TIAP GERAK
Tuhan
berada dimana-mana.
Ia juga
hadir dalam tiap gerak.
Namun
Tuhan tidak bisa ditunjuk dengan ini dan itu.
Sebab
wajah-Nya terpantul dalam keseluruhan ruang.
Walaupun
sebenarnya Tuhan itu mengatasi ruang.
AKU
ADALAH KEHIDUPAN KEKASIHKU
Apa yang
dapat aku lakukan, wahai umat Muslim?
Aku tidak
mengetahui diriku sendiri.
Aku bukan
Kristen, bukan Yahudi,
bukan
Majusi, bukan Islam.
Bukan dari
Timur, maupun Barat.
Bukan dari
darat, maupun laut.
Bukan dari
Sumber Alam,
Bukan dari
surga yang berputar,
Bukan dari
bumi, air, udara, maupun api;
Bukan dari
singgasana, penjara, eksistensi, maupun makhluk;
Bukan dari
India, Cina, Bulgaria, Saqseen;
Bukan dari
kerajaan Iraq, maupun Khurasan;
Bukan dari
dunia kini atau akan datang:
surga atau
neraka;
Bukan dari
Adam, Hawa,
taman
Surgawi atau Firdaus;
Tempatku
tidak bertempat,
jejakku
tidak berjejak.
Baik raga
maupun jiwaku: semuanya
adalah
kehidupan Kekasihku …
LIHATLAH
YANG TERDALAM
Jangan kau
seperti iblis,
Hanya
melihat air dan lumpur ketika memandang Adam.
Lihatlah
di balik lumpur,
Beratus-ratus
ribu taman yang indah!
KETERASINGAN
DI DUNIA
Mengapa
hati begitu terasing dalam dua dunia?
Itu
disebabkan Tuhan Yang Tanpa Ruang,
Kita
lemparkan menjadi terbatasi ruang.
RUMAH
Jika
sepuluh orang ingin memasuki sebuah rumah,
dan hanya sembilan yang menemukan jalan masuk,
yang kesepuluh mestinya tidak mengatakan, “Ini sudah takdir Tuhan.”
Ia seharusnya mencari tahu apa kekurangannya.
dan hanya sembilan yang menemukan jalan masuk,
yang kesepuluh mestinya tidak mengatakan, “Ini sudah takdir Tuhan.”
Ia seharusnya mencari tahu apa kekurangannya.
DEBU
DI ATAS CERMIN
Hidup/jiwa
seperti cermin bening; tubuh adalah debu di atasnya.
Kecantikan kita tidak terasa, karena kita berada di bawah debu.
Kecantikan kita tidak terasa, karena kita berada di bawah debu.
UPAYA
Ikat
dua burung bersama.
Mereka tidak akan dapat terbang,
kendati mereka tahu memiliki empat sayap.
Mereka tidak akan dapat terbang,
kendati mereka tahu memiliki empat sayap.
BURUNG
HANTU
Hanya
burung bersuara merdu yang dikurung.
Burung hantu tidak dimasukkan sangkar
Burung hantu tidak dimasukkan sangkar
DUA
ALANG-ALANG
Dua
alang-alang minum dari satu sungai.
Satunya palsu, lainnya tebu.
Satunya palsu, lainnya tebu.
KERJA
Kerja
bukan seperti yang dipikirkan orang.
Bukan sekadar sesuatu yang
jika sedang berlangsung, kau
dapat melihatnya dari luar.
Seberapa lama kita, di Bumi-dunia,
seperti anak-anak
Memenuhi lintasan kita dengan debu dan batu dan serpihan-serpihan?
Mari kita tinggalkan dunia
dan terbang ke surga,
Mari kita tinggalkan kekanak-kanakan
dan menuju ke kelompok Manusia.
Bukan sekadar sesuatu yang
jika sedang berlangsung, kau
dapat melihatnya dari luar.
Seberapa lama kita, di Bumi-dunia,
seperti anak-anak
Memenuhi lintasan kita dengan debu dan batu dan serpihan-serpihan?
Mari kita tinggalkan dunia
dan terbang ke surga,
Mari kita tinggalkan kekanak-kanakan
dan menuju ke kelompok Manusia.
BURUNG
HANTU dan ELANG RAJA
Seekor
elang kerajaan hinggap di dinding reruntuhan yang dihuni burung hantu.
Burung-burung hantu menakutkannya, si elang berkata, “Bagi kalian tempat ini mungkin tampak makmur, tetapi tempatku ada di pergelangan tangan raja.”
Beberapa burung hantu berteriak kepada temannya, “Jangan percaya kepadanya!
Ia menggunakan tipu muslihat untuk mencuri rumah kita.”
Burung-burung hantu menakutkannya, si elang berkata, “Bagi kalian tempat ini mungkin tampak makmur, tetapi tempatku ada di pergelangan tangan raja.”
Beberapa burung hantu berteriak kepada temannya, “Jangan percaya kepadanya!
Ia menggunakan tipu muslihat untuk mencuri rumah kita.”
By
: Jalaluddin Rumi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar