Categories
Pages
Diberdayakan oleh Blogger.
Popular PostsThe SanteT Of JaVaBlogrollAboutBlog ArchiveBlogger templatesBlogger newsLencana Facebook |
Labels
|
MaGadaSKaR
my inspriration
| wo ai ni | 01.32 |
|
komentar (0)
Filed under:
R Wana Wijaya
|
|
Lagu ini Begitu berartinya bagiku, walau hanya kiriman yang lewat line...to my honey yang sedikit terlambat, tp itu sudah sangat berarti bagiku..
| PANTUN | 20.50 |
|
Filed under:
R Wana Wijaya
|
|
PANTUN
Ada ubi ada talas
Ada budi ada balas
Sebab pulut santan binasa
Sebab mulut badan merana
Manis jangan lekas ditelan
Pahit jangan lekas dimuntahkan
Mati semut karena manisan
Manis itu bahaya makanan.
Buah berangan dari Jawa
Kain terjemur disampaian
Jangan diri dapat kecewa
Lihat contoh kiri dan kanan
Di tepi kali saya menyinggah
Menghilang penat menahan jerat
Orang tua jangan disanggah
Agar selamat dunia akhirat
Ada budi ada balas
Sebab pulut santan binasa
Sebab mulut badan merana
Manis jangan lekas ditelan
Pahit jangan lekas dimuntahkan
Mati semut karena manisan
Manis itu bahaya makanan.
Buah berangan dari Jawa
Kain terjemur disampaian
Jangan diri dapat kecewa
Lihat contoh kiri dan kanan
Di tepi kali saya menyinggah
Menghilang penat menahan jerat
Orang tua jangan disanggah
Agar selamat dunia akhirat
| CERITA LUCU | 20.49 |
|
Filed under:
R Wana Wijaya
|
|
Cerita Telor Asin :
Suasana
kelas di pagi hari itu sangatlah gaduh. Tiba-tiba kegaduhan itu berubah menjadi
diam ketika datang seorang guru.
“Selamat pagi anak-anak!” sapa guru
itu.
“Selamat pagi, Bu!”
Setelah mengabsen, guru yang
diketahui bernama Ai Nikushimi itu bertanya pada murid-muridnya.
“Hewan apa yang bisa bertelur?”
“Ayam!” jawab Sena. Guru itu
tersenyum.
“Burung,” sahut Riku tak mau kalah.
“Bebek,” begitupun dengan Juumonji.
“Puyuh,” Suzuna pun tak mau kalah.
Karena jawaban yang sudah disediakannya
sudah dijawab oleh teman-temannya, Monta menjadi bingung.
“Err—asin Bu,” jawabnya setelah
berfikir sejenak.
“Lho, kok asin?” guru itu pun heran.
“Iya Bu, karena paman saya yang baru
saja pulang dari Indonesia suka bawa oleh-oleh telur, namanya telur asin.”
Cerita Anak yang Suka Menyontek
Setelah ujian nasional berakhir, Orang tua Tono dipanggil
oleh Kepala Sekolah, Karena si Tono dicurigai telah mencontek jawaban si Tini
Kepala Sekolah : "Pak tolong Tono dididik agar tidak suka mencontek saat ujian. Ini Tono mencontek jawaban si Tini"
Ortu Tono : "Anak saya itu pintar, ga pernah mencontek sama sekali, Mana buktinya, Bapak jangan mengada-ada"
Kepala Sekolah : "Ini buktinya, soal nomer 1, siapa pahlawan dari aceh? Tini menjawab Cut Nyak Dien dan Tono menjawab sama."
Ortu Tono : "Ah itukan memang jawabannya yang sama"
Kepala Sekolah : "Tapi di soal nomor 2, Siapa yang membunuh Ken Arok? Tini menjawab "Tidak tahu" dan Tono menjawab "Apalagi gue, Nggak tau sama sekali""
Ortu Tono : "#@#$%!@("
Kepala Sekolah : "Pak tolong Tono dididik agar tidak suka mencontek saat ujian. Ini Tono mencontek jawaban si Tini"
Ortu Tono : "Anak saya itu pintar, ga pernah mencontek sama sekali, Mana buktinya, Bapak jangan mengada-ada"
Kepala Sekolah : "Ini buktinya, soal nomer 1, siapa pahlawan dari aceh? Tini menjawab Cut Nyak Dien dan Tono menjawab sama."
Ortu Tono : "Ah itukan memang jawabannya yang sama"
Kepala Sekolah : "Tapi di soal nomor 2, Siapa yang membunuh Ken Arok? Tini menjawab "Tidak tahu" dan Tono menjawab "Apalagi gue, Nggak tau sama sekali""
Ortu Tono : "#@#$%!@("
|
NOMOR
|
NAMA
HEWAN
|
TEMPAT
HIDUP
|
MAKANAN
|
|
1.
|
|
|
|
|
2.
|
|
|
|
|
3.
|
|
|
|
|
4.
|
|
|
|
|
5.
|
|
|
|
|
6.
|
|
|
|
|
7.
|
|
|
|
|
8.
|
|
|
|
|
9.
|
|
|
|
|
10.
|
|
|
|
|
11.
|
|
|
|
| KAU, ENGKAU, DIRINYA | 01.24 |
|
Filed under:
R Wana Wijaya
|
|
KAU,
ENGKAU, DIRINYA
kala
kau dekat
jauh
tak terbanyangkan...
kalakau
jauh
kau
begitu indah dalam seyuman
bagitupun
yang ku rasakan
seolah
hanya dunia ini yang terindah
seolah
semua hanya untukmu seorang
namun
itu tidak akan datang lagi
karenamu
ku
jauh akan semuanya
karenamu
kurasakan
sakit yang tiada rasa
sakit
yang begitu dalam
bagaikan
mati rasa
entah
apakah ada kehidupan yang akan datang
atau
hanya sekrang
atau
sebatas kenangan
atau
hanya ungkapan keinginan
yang
begitu jauh dari segala keinginan
atau
bahkan segala rasa yang terpendam
atau
kehaopaan yang begitu dalam....
ku
harap itu semua tak akan datang
tapi q
harapkan yang terbaik buat semuanya..
jadikan
rasa ini sebagai pelajaran
yang
menjadikan rasa ku menjadi lebih kuat
dalam
mengarungi kehiduopan ini
walau begitu
perih, namun q harapakan
rahasia
Tuhan begitu indah pada saatnya..
Langganan:
Postingan (Atom)


